Day 14 KKL DR "Keutamaan Puasa Tarwiyah dan Arafah beserta Amalan-amalan baik saat Idul Adha"
Sama seperti puasa Ramadan dan puasa lainnya, puasa Tarwiyah dan Arafah juga memiliki keutamaan tersendiri, salah satunya adalah menghapus dosa.
Hal itu, tertulis dalam hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu An-Najjar dan Abdullah bin Abbas bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda sebagai berikut.
Puasa pada hari Tarwiyah akan mengampuni dosa setahun lalu, sedangkan puasa hari Arafah akan mengampuni dosa dua tahun (HR Tirmidzi).
Sayangnya, hadis ini dinyatakan daif atau lemah. Namun, para ulama tetap mengizinkan untuk mengamalkan hadis tersebut dengan tujuan fadla'ilul a’mal (untuk memperoleh keutamaan) dan tidak dikaitkan pula dengan masalah aqidah dan hukum.
Adapun hadis sahih mengenai keutamaan puasa Arafah yang diriwayatkan Abu Qatadah RA (radhiyallahu ‘anhu).
Puasa hari Arafah dapat menghapuskan dosa dua tahun yang telah lepas dan akan datang, dan puasa Asyura (10 Muharram) menghapuskan dosa setahun yang lepas (HR Muslim).
Tidak hanya itu, keutamaan puasa Tarwiyah dan Arafah lainnya, adalah menjadi salah satu amalan yang disukai Allah SWT.
Menurut riwayat Ibnu Abbas, Rasulullah SAW mengatakan bahwa tidak ada perbuatan yang lebih disukai oleh Allah SWT daripada perbuatan baik yang dilakukan pada 10 hari pertama bulan Zulhijah.
Ditambah, Allah SWT akan memberikan pahala langsung serta menjanjikan dua kebahagiaan bagi orang yang berpuasa, yaitu kebahagiaan ketika berbuka dan kebahagiaan ketika bertemu dengan-Nya.
Sebelum melaksanakan puasa Tarwiyah dan puasa Arafah, ada bacaan niat yang dapat dilafalkan. Berikut adalah niat puasa Tarwiyah beserta artinya.
نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ التروية لِلهِ تَعَالَى
Artinya, saya niat berpuasa sunah Tarwiyah karena Allah ta’ala.
Sedangkan ini adalah niat puasa arafah beserta artinya.
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ يَوْمِ عَرَفَةَ لِلهِ تَعَالَى
Artinya, aku berniat puasa sunah Arafah esok hari karena Allah SWT.
Amalan-amalan yang baik dilakukan pada Saat Idul Adha
Pada saat datangnya hari raya Idul Adha, ada beberapa amalan baik yang dapat dilakukan umat Islam. Berikut uraiannya.
- Mengumandangkan takbir
Umat Islam disunahkan untuk mengucapkan takbir mulai dari tenggelamnya matahari (9 Zulhijah) hingga menjelang dilaksanakannya salat Iduladha dan berakhir pada hari Tasyrik, yaitu 13 Zulhijah. Takbir ini pun dapat dilakukan sendiri.
- Mandi sebelum salat Idul Adha
Ali bin Abi Tholib RA (radhiyallahu ‘anhu), meriwayatkan bahwa mandi yang dianjurkan adalah mandi pada hari Jumat, hari Arafah, hari Idul Adha, dan Idulfiri (HR Al Baihaqi 3/278).
- Memakai pakaian terbaik yang bersih dan untuk laki-laki gunakan parfum
Disunahkan untuk mengenakan pakaian terbaik dan bersih. Bagi laki-laki dianjurkan untuk menggunakan parfum, sedangkan perempuan dilarang menggunakannya. Perempuan juga tidak boleh berlebihan dalam berpakaian.
- Berjalan kaki menuju tempat salat Ied
Saat menuju ke tempat pelaksanaan salat Ied, kita dianjurkan berjalan kaki agar saling bertegur sapa di jalan dengan umat Islam lain sehingga mempererat silaturahmi. Selain itu, dianjurkan pula berangkat lebih awal.
- Tidak makan sebelum selesai salat Ied
Berbeda dengan hari raya Idulfitri yang disunahkan makan sebelum salat Ied. Ketika hari raya Idul Adha, umat Islam tidak dianjurkan makan hingga salat Id selesai.
Kita bisa melaksanakan amalan-amalan tersebut bersama keluarga sekaligus mengajarkan anak-anak mengenai keutamaannya. In Syaa Allah segala amal kita diterima oleh Allah SWT.
Sangat bermanfaat👏🏻👍🏻
BalasHapusWahhhhh
BalasHapusBermanfaat
BalasHapusGreat 👍
Masyaallah info nya sangat bermanfaat, trimakasih
BalasHapus